CINTA ALAM DAN PAMER

LATAH
Kekinian, mengikuti trend masa kini, sepertinya menjadi tujuan utama para pendaki gunung saat ini. Bukan cinta alam lagi yang menjadi tolak ukur mengapa mereka mendaki. Subjektif memang, namun kebanyakan "oknum" pendaki kekinian ini sudah tidak menjadikan gunung sebagai tempat wisata, namun mendaki menjadi ajang pamer foto dengan background keindahan alam di sosial media.

Selfie, hal wajib yang tidak boleh terlewatkan, dengan beragam properti dan background keindahan alam menjadikan foto yang dihasilkan menjadi menarik. Gaya selfie yang paling digandrungi saat ini dengan membawa kertas berisi ucapan. Isi kertas ucapan ini sangat beragam, ucapan kasih sayang, ucapan cinta, notice kalau sudah sampai puncak lengkap dengan "mdpl"nya, pernyataan dan pertanyaan "aku sudah di gunung bla bla bla, @blablabla kapan kamu kesini (biasanya wajib pake [at] layaknya mentionan di social media). Terkesan menarik, namun terlihat norak. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, kertas yang digunakan apakah ditinggal di gunung sebagai sampah atau dibawa pulang untuk kemudian dibuang pada tempat semestinya, hanya pendakinya yang bisa menjawab.

P3, Pendaki Pencari foto Profile, rasanya slogan yang pantas disematkan ke oknum pendaki semacam ini.

Coba tanya, apakah penulis pernah mendaki? jawabnya TIDAK.

APLIKASI PAS SAAT RAMADHAN ( Android Platform )

Saat sekarang ini pengembang aplikasi berbondong-bondong meluncurkan produk mereka, tidak sedikit dari mereka yang mengembangkan aplikasi bernuansa Islami. Mulai dari aplikasi Qur'an, Jadwal Shalat, arah kiblat, doa, sampai aplikasi resep untuk sahur dan berbuka puasa pun disajikan lengkap.
Berikut review beberapa aplikasi penunjang ibadah saat Ramadhan ataupun saat Ramadhan telah berlalu.
  • Learn Quran
Aplikasi yang diluncurkan oleh BADR interactive ini sangat pas digunakan untuk belajar otodidak membaca Quran. Aplikasi ini menyediakan beberapa fitur, bagi yang baru memulai belajar membaca Quran aplikasi ini cukup membantu. Mulai dari mengenal huruf, membaca, dan cara melafalkan huruf perhuruf pun disediakan aplikasi ini. Test, fitur yang disediakan aplikasi ini untuk mengetahui sejauh mana hasil dari latihan membaca Quran. Dalam versi 4.2 belum disediakan pilihan bahasa selain bahasa ingris.
  • Tasbeeh Counter
Dikembangkan oleh Awardsofts, fungsi utama aplikasi ini sama seperti tasbeeh counter yang beredar dipasaran. User interfacenya pun cukup menarik, dengan dilengkapi dengan manik-manik seperti halnya tasbih yang digunakan sehari-hari.

  • Muslim Pro
Terbilang komplit, beragam fitur dihadirkan aplikasi ini, arah kiblat, Qur'an yang dilengkapi dengan terjemahan dan tilawah, jadwal shalat, beragam do'a, kalender, lokasi yang mencakup area resto halal dan lokasi mesjid-mesjid sekitar area user. Bukan hanya itu, aplikasi ini juga menyediakan template kartu ucapan dan Asma Al-Husna.
  • Resep Takjil Buka Puasa Ramadhan
Aplikasi resep yang diusung oleh GoldenFive ini menyediakan berbagai macam resep pilihan untuk berbuka puasa. Cocok digunakan oleh ibu-ibu ataupun mereka yang tertarik dengan dunia masak-memasak alias culinary. Resep yang disediakan pun cukup beragam dan sepertinya mudah untuk diolah menjadi hidangan berbuka selama bulan Ramadhan.

Temukan aplikasinya di Play Store, kesemuanya dapat diunduh gratis. Selamat menunaikan ibadah puasa.

PESTA KOMUNITAS MAKASSAR 2015

Mengingat kembali kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya yakni Pesta Komunitas Makassar 2014 dengan tema Berkumpul, Berbagi, Bersama yang diadakan pada 24 - 25 Mei 2014 di Monumen Mandala. Pada perhelatan tahun sebelumnya diikuti sekitar 75 komunitas dari bebagai macam latar.

Kali ini, di tahun 2015 dengan tema Sinergi, Harmoni, Aksi, Pesta Komunitas Makassar kembali digelar untuk kedua kalinya. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 6 - 7 Juni 2015 di Benteng Jumpandang ( Fort Rotterdam ) Makassar. Kesuksesan gelaran PKM 2014 sepertinya kembali diulang pada tahun ini. Kesuksesan ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang terlihat lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Selama dua hari kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas-komunitas yang turut andil dalam kegiatan ini. 130 komunitas berkolaborasi, beraksi, unjuk gigi bersama setidaknya dapat meredam image negatif kota Makassar diluar sana yang terlanjur dicap kasar.

Desa Lakkang

Lakkang, nama daerah sudah sering saya dengar sedari tahun 2011. Namun baru kali ini saya menyempatkan untuk mengunjungi tempat ini.

Dermaga Lakkang
Lakkang adalah kelurahan dan pulau di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Lakkang berada di delta sungai Tallo dan Pampang dan terbentuk sebagai akibat sedimentasi sungai selama ratusan tahun. Pulau yang telah ditetapkan sebagai tempat wisata ini dikelilingi oleh vegetasi yang beragam. wikipedia


Luas Lakkang ini sekitar 168 Ha, dihuni oleh sekitar 500 KK. Mata pencaharian penduduknya sebagai petani tambak dan nelayan, dan juga bertani dari sawah yang tidak seberapa luas.

Dermaga Kera-Kera yang letaknya berada di belakang Universitas Hasanuddin menjadi titik penyeberangan ke Lakkang. Waktu yang ditempuh sekitar 20 menit dari dermaga Kera-Kera hingga mancapai dermaga Lakkang. Alat transportasi yang digunakan berupa dua buah perahu, dihubungkan menjadi satu dengan papan, masing-masing perahu dilengkapi dengan satu buah mesin. Perahu ini bisa mengangkut hingga 50an penumpang dan beberapa unit motor.







Yang menjadi buah bibir di daerah ini yaitu adanya bunker peninggalan Jepang. Tidak begitu mencolok keberadaan bunker ini, yang terlihat seperti gundukan tanah dengan pagar kayu yang sudah tidak berbentuk dan tertutup oleh daun bambu yang memang cukup banyak tumbuh di sekitar area bunker ini.














Ramah, satu-satunya kata yang pas untuk penduduk Lakkang, saat kami keliling untuk photowalk tidak jarang penduduk yang menyapa dan mempersilahkan kami untuk mampir di rumah mereka. Hal yang terasa mahal untuk masa sekarang ini.

Semoga saja daerah yang masih polos ini mempertahankan kepolosannya ditengah ibu kotanya yang terus memoles diri menjadi "Kota Dunia".

FRIENDS WITH BENEFIT

Teman tapi mesra, atau yang saat ini lebih dikenal dengan istilah friendzone, hubungan yang sulit pendeskripsiannya, kondisi menggantung, antara pacaran atau tidak. Rasa nyaman sebagai teman, bisa disebut sahabat memungkinkan hal ini terjadi. Tidak ingin terikat satu sama lain, faktor utama penyebab TTM ini. Sama-sama merasa seolah memiliki pacar, tapi di sisi lain, sama-sama tidak terikat sehingga tak ada yang bisa saling menuntut. Diantara pasangan TTM ini bisa saja timbul rasa cemburu terhadap pasangan, namun yang perlu diingat kembali kondisi ini tidak ada ikatan yang memungkinkan untuk menuntut apapun, kedua belah pihak berhak didekati dan mendekati orang lain.
 
Bahayanya ketika TTM ini mulai menjadi senjata makan tuan, maka hubungan pertemanan Anda yang menjadi taruhannya. Dari dua orang yang saling mengenal, saling mengisi dan memahami, kemudian berubah menjadi dua sosok yang dingin dan saling menjauhi. Bagaimanapun, sungguh sayang bila suatu hubungan pertemanan harus hancur.
 
Korelasi antara TTM dan Friends With Benefit cukup dekat, bisa dibilang tingkat akut sebuah hubungan TTM ini adalah friends with benefit. Penjabaran kedua istilah ini bisa dibilang berbeda dalam perlakuan dan tindakan selama menjalaninya. TTM, perlakuan dan tindakan yang diberikan pada hubungan ini masih wajar. Friends with benefit perlakuan dan tindakan yang di jalani oleh pasangan ini sudah melebihi ambang batas wajar, semisal kissing, petting dan selanjutnya dilakukan pada hubungan ini.
 
Masih ingin berada di area abu-abu ini atau mencari status yang jelas? Atau mencari bahkan berharap kemungkinan yang lain?
Seorang sahabat adalah kandidat pacar yang baik dan juga kandidat terbaik untuk jadi pasangan hidup dikemudian hari.

PERDEBATAN AKHIR TAHUN

Rasanya menulis dengan topik sensitif seperti ini belum pantas bagi saya, hanya dengan jalan ini saya bisa bersuara dan melampiaskan kejengahan yang tiap tahun menjadi topik perdebatan. Tulisan ini hanya semata-mata untuk melampiaskan isi pikiran saya.

Perdebatan dengan topik yang sama, Desember di tanggal 25. Halal haramnya mengucapkan "Selamat Natal" bagi umat Nasrani. Ada yang menghalalkan ada pula yang mengharamkan, dalil yang menguatkan pendapat mereka masing-masing pun ada. Menjadi tradisi tiap tahunnya perdebatan ini, semua kalangan ikut ambil bagian seperti sudah menjadi kebiasaan yang sayang bila dilewatkan.

Sepertinya ucapan Selamat Natal bukan lagi merupakan suatu rasa solidaritas, rasa suka cita bersama, membagi kebahagian dan kepedulian kepada sesama, melainkan sebagai sesuatu yang bisa meracuni hidup dan kehidupan, serta iman; oleh sebab itu harus dihindari dan dilarang. Itu yang mungkin terpikirkan dari orang-orang yang mengharamkan ucapan ini.

Toleransi, apa salahnya kita mengucapkan natal kepada teman atau tetangga sekedar untuk menghormati mereka. Hal terpenting didalam kehidupan beragama adalah toleransi. Toleransi harus selalu dijaga, jika kita menghormati orang lain in sha Allah orang lain pun akan menghormati kita. Bukan hanya dalam beragama tapi juga dalam bermsayarakat, berbangsa dan bernegara, toleransi antar sesama harus diutamakan.
Dan lagi pun, pengucapan Selamat Natal ini tidak bisa dijadikan tolak ukur seorang muslim sudah meyakini, mengimani Jesus sebagai Tuhan.

Lebih daripada itu, umat Kristiani tak berharap, meminta, menuntut ucapan Selamat Natal dari Siapapun. Memberi – mengucapkan Selamat Natal tersebut, merupakan panggilan nurani dan suara hati. Boleh dan tidak bolehnya –  ya  ataupun tidaknya, tergantung input yang masuk ke/dalam nurani masing-masing orang.
“Agama adalah akhlak. agama adalah perilaku. agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, sholat, baca al-qur’an, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, menyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama” - Ehma Ainun Nadjib
Selamat Natal bagi Saudaraku yang merayakan.

Photo Editor ( Android Only )

"Kak, ini pake photoshop ya editnya?" atau "Kak, editnya pake aplikasi kak?" Pertanyaan seperti ini sangat biasanya muncul di kolom komentar akun instagram saya @the_afree. Entry kali ini mengulas sekilas beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan untuk mengedit photo di smartphone berbasis android. Diluar karena kurang mahirnya menggunakan photoshop, menggunakan editor di platform android ini cukup mudah dengan hasil yang tidak mengecewakan.

Melihat perkembangan aplikasi saat ini, semua bisa dilakukan via smartphone. Pekerjaan, hobby atau apapun itu bisa dihandle via smartphone. Begitu halnya dengan photography, device saat ini semua produsen  sudah menanamkan kamera yang boleh dikata mumpuni untuk photography. 

Berikut ulasan aplikasi yang biasa saya gunakan untuk editor photo via smartphone berbasis android.
  • Snapseed. Yang suka dengan mobile photography tentunya sudah familiar dengan aplikasi ini, baik yang berbasis android ataupun IoS. Pada awalnya, tahun 2011 tepatnya, Snapseed hanya tersedia untuk tablet/smartphone berbasis ios (iPhone/iPad) dan dijual dengan harga sekitar 5 dolar. App ini dinobatkan sebagai salah satu app terbaik di iPad. Namun awal tahun 2012 lalu Google membeli perusahaan yang membuat snapseed, Nik Software. Hasilnya adalah, secara resmi snapseed app juga tersedia di Android dan bisa didownload secara gratis, baik untuk Android (Google Play) maupun IOS (iTunes Store). Google membeli Snapseed dengan harapan bisa menggoyang dominasi instagram (yang dimiliki oleh facebook) di dunia mobile photography. Untuk itu, google melengkapi snapseed dengan fitur sharing foto ke google+ yang terintegrasi dan juga bagi pemilik IOS, snapseed akan dilengkapi dengan filter tambahan. Untuk menggunakan app ini terbilang cukup mudah.

  • Photo Editor by dev.macgyver. Aplikasi ini bisa saya bilang lebih mumpuni dari aplikasi snapseed, fitur yang dimiliki aplikasi ini jauh lebih lengkap dari snapseed. Diluar fitur-fitur untuk editing, aplikasi ini juga bisa menayangkan exif dari file photo.


  • VSCO Cam. Selain akun instagram @the_afree yang saya khususkan untuk photo hitam putih, ada akun instagram lain @afrimannawi yang saya khususkan untuk photo yang saya ambil dengan kamera smartphone dan editing dengan menggunakan filter yang disediakan aplikasi ini. Aplikasi VSCO Cam ini hadir di Android setelah membuat debut nya yang luar biasa pada operating sistem iOS yang menuai kesuksesan yang besar.


    Aplikasi ini memang terlihat benar-benar menakjubkan, dengan tampilan menu yang cantik dan editing tools yang enak, bahkan fitur di in-App Purchase nya pun sangat menarik untuk di coba.

    Kamu dapat mendownload aplikasi diatas di playstore secara gratis, selamat mencoba.

Screen Capture, Baik Buruknya

"Postingannya lucu nih, screen capture ah". Begitulah kira-kira yang ada dikepala kita masing-masing saat melihat postingan yang menarik. Tak hanya status, percakapan di aplikasi messenger pun kadang di screen capture, kemudian di unggah ke media sosial. Yang awalnya hanya dua orang yang tahu percakapan tersebut kemudian menyebar ke berbagai sosial media. Begitupun postingan atau bisa disebut status seseorang yang harusnya hanya sang "teman" yang tahu kemudian menyebar dengan jalan screen captured ini. Untung baik bila yang di screen captured itu lucu dalam artian sebenarnya, namun apa yang terjadi jika yang di screen captured tersebut yang kemudian menyebar luas berisi umpatan yang tak senonoh. 

Buruknya teknologi yang di ciptakan manusia ini tentu dibarengi dengan sisi baiknya, bisa disebut sisi positifnya. Mempermudah proses penyebaran informasi melalui file berformat .jpg.

Berkaca pada peristiwa yang baru saja terjadi yang menimpa Florence Sihombing, yang cukup menyita perhatian karena umpatannya di social media ( path ) yang menyebar lewat screen captured, entah siapa yang menyebarnya. Kemudian kasus Dinda yang mengecam ibu hamil yang juga menyebar lewat screen captured ini.

Alangkah bijak bila hal positif yang telah ditemukan ini tidak dijadikan sesuatu hal yang yang dapat membawa dampak positif. Berfikirlah sebelum menyebar hasil screen captured.

28 Agustus 2012, Stop Ngoprol !!!


Agustus, bulan kemerdekaan Republik Indonesia, tidak demikian dengan Koprollers. Tepat pada tanggal 28 Agustus 2012 Yahoo! menutup layanan berbasis geososial ini. Betapa tidak koprollers merasa kehilangan layanan buatan anak negeri ini. Alasan ditutupnya layanan ini dikarenakan revenue atau pendapatan yang diperoleh dari Koprol.com tidak begitu berarti untuk Yahoo!.

Akuisisi yang dilakukan oleh Yahoo! pada tanggal 25 Mei 2010 membawa pengaruh positif untuk pertumbuhan Yahoo! Koprol, dari sisi pengguna menjadi bertambah yang di sokong dengan publikasi yang dilakukan Yahoo! di berbagai media. Tahun 2010, jumlah pengguna Koprol hanya 75.000, setelah akuisi, pengguna Yahoo! Koprol meningkat menjadi 1,5 juta. Sepertinya hal ini tidak diimbangi dengan pendapatan yang didapatkan Yahoo! yang membawa dampak negatif yang kemudian berujung pada penutupan layanan Yahoo! Koprol.

Menanti New Koprol atau koprollers biasa menyebutnya dengan Koprol Reborn masih menjadi harapan yang selalu didengung-dengungkan. Dikutip dari Dailysocial.net "Seperti yang diumumkan pada bulan Juni, layanan Koprol ditutup dan para founder Koprol kini telah memiliki kembali nama dan hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan Koprol. Walaupun para pendiri Koprol bebas untuk menggunakan kembali nama Koprol selama tidak melanggar hukum, mereka belum memutuskan apa yang akan dibangun dengan nama Koprol, hanya saja mereka ingin tetap membawa semangat yang ada di layanan ini dengan apapun yang akan mereka kembangkan nanti." Hal ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan, mengingat yang dikembalikan oleh Yahoo! ke founder ( Daniel Armanto, Fajar Budiprasetyo dan Satya Witoelar ) hanya nama "koprol" dan nama domainnya, tidak begitu halnya dengan kode program dan database yang tetap dalam penguasaan Yahoo!.

Harapan satu-satunya saat ini ada pada Barito Labs yang memegang hak sepenuhnya atas nama "Koprol".

MINDTALK


Juni 2012 saya menjadi user Mindtalk.com, bukan sebagai user aktif, sekedar sign up kemudian ditinggalkan begitu saja. saat itu mindtalk ini belum begitu terdengar gaungnya sebagai social media yang menarik, selain itu bisa dibilang belum ada teman yang menggunakan socmed ini.
Mindtalk ini besutan dari Merah Putih Incubator ( MPI ) yang juga menaungi Daylisocial.net dan lintasberita.com. dan berkantor di Jogjakarta. Dikembangkan pada awal tahun 2011 dan resmi diluncurkan pada 14 November 2012.

Awalnya MindTalk adalah proyek pribadi dari Robin Ma’rufi dan konsepnya sebenarnya simpel, bagaimana menghadirkan MIRC dalam versi website. Sebelum berubah menjadi MindTalk, jejaring sosial ini bernama Digaku. Pada perkembangannya, Digaku mengalami penambahan fitur-fitur baru: profil yang lebih detail, points, upload video, like, dst. hingga menjadi seperti saat ini dan menggunakan nama MindTalk.com Dari ide dan konsep tersebut, Robin kemudian mendirikannya bersama Danny Oei Wirianto, salah satu pemegang saham Kaskus.co.id. Jejaring sosial ini menggunakan istilah asing, karena sejak awal ditargetkan untuk masuk pasar global. Media sosial ini berangkat dari fakta bahwa orang Indonesia gemar berkomunitas dan membentuk forum. Sayangnya, dalam forum anggota biasanya tidak bisa membentuk sendiri subforum karena otoritas tersebut dipegang oleh administrator. Selain itu menurut Danny, bentuk forum yang didominasi dengan teks terasa membosankan. Awal kemunculannya, MindTalk.com hanya menggunakan versi beta, dan hanya bisa diakses menggunakan personal computer (PC).(sumber wikipedia)

Berbeda pada awal rilisnya, tampilan halaman muka disuguhi dengan ikon "otak", saat ini ikon tersebut sudah tidak ada lagi, namun masih digunakan sebagai logo social media ini. Di halaman muka terdapat tombol home, channel, login dan sign up. Sebelum login, pengguna sudah bisa melihat konten  latest post, active posts dan channel's pick yang disediakan di channels tersebut. Channel's yang disediakan pun lumayan banyak, pengguna bisa memilih sesuai dengan interest masing-masing pengguna.
Saat login, pengguna akan disuguhi dengan konten-konten channel yang telah dipilih saat pengguna signing up. Lain dengan social media yang selama ini saya gunakan yang menyatukan semua notifikasi yang masuk, baik itu permintaan pertemanan atau notifikasi saat ada user lain yang mengomentari postingan Anda, di mindtalk ini di buat terpisah, saat ada yang mengomentari conversation yang ada ikuti akan muncul notifikasi di tombol dialogue, namun begitu ada yang mensupport Anda akan muncul notifikasi tombol yang berbentuk lonceng. Istilah follow dan memfollow disini disebut support dan memsupport, unik juga.
Di bagian kolom home, terselip popular channels, di twitter disebutnya trending topik, begitulah kira-kira bisa disebutnya. Ada juga satu bagian tampilan antarmuka yang membedakan dengan social media yang lain, yaitu tampilannya bisa diset sesuka hati penggunanya, apakah berbentuk grid atau list.


Arsitektur Pengguna
  • Kata channel biasa digunakan dalam IRC, dan ini juga digunakan dalam MindTalk.
  • Dalam MindTalk, channel diibaratkan seperti rumah yang dihuni oleh orang-orang dari berbagai asal.
  • Dalam forum, ini seperti halnya sub-forum.
  • Dalam channel juga terdapat beberapa atribut seperti : Founder, user dan posting.
  • User dapat membuat channel seperti yang biasa dilakukan pada IRC.
Streams

Streams adalah postingan user yang terus berjalan. Postingan di bagi dalam empat tipe, yaitu : Latest, Pic, Video, Articles (untuk membuat artikel), Ask (bertanya) dan Deal.
  • Latest : Tempat ini digunakan untuk mengupdate status seperti pada social media umumnya.
  • Pic : Tempat ini digunakan untuk mengupload poto.
  • Video : Tempat ini digunakan untuk sharing video, di bagian ini video yang diupload tidak langsung dari drive komputer pengguna namun harus berupa url.
  • Articles : Digunakan untuk membuat artikel yang dibatasi hingga 20000 karakter. User juga dapat memberikan keyword.
  • Ask : Tempat untuk bertanya, dan bisa juga dijawab oleh user lainnya, dan setiap jawaban bermutu akan mendapatkan ranking.
  • Deal : Digunakan untuk membuat penawaran bisnis.
Fitur yang disediakanpun tak kalah dengan social media yang lain, menurut saya mumpunilah. Untuk channel yang telah tercreate bisa ditambahkan logo sesaui dengan channel interest. Bagian yang menarik dan yang paling saya suka saat merespon atau mengomentari postingan tersedia pilihan emoticon yang lumayan membantu mengekspresikan komentar pengguna. Saat mengkreate postingan pengguna dapat membagikannya ke facebook ataupun twitter masing-masing pengguna. 

Virtual Communication


Porter mendefinisikan virtual community (komunitas virtual) sebagai sekumpulan individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, di mana interaksi ini didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa moderator ataupun aturan tertentu. McQuail mengutip Lindlof dan Schatzer (1998) mengatakan bahwa virtual community terbentuk karena adanya orang yang memiliki kesamaan minat dan sering berinteraksi satu sama lain. Virtual community ini dapat terbentuk dari berbagai media sosial dan jejaring sosial misalnya, Facebook.
( wikipedia )

PC, Laptop, Handphone, dan gadget-gadget lain yang mendukung sangat berperan banyak dalam berkembangnya komunikasi virtual ini. Istilah saya ini mungkin salah menurut anda, tapi menurut saya inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan situasi yang ada sekarang ini.
Komunikasi dua arah secara verbal sedikit demi sedikit tergusur, orang-orang lebih cenderung menggunakan internet untuk berkomunikasi, komunikasi non verbal pun menjadi marak. Saya menyebutnya sebagai komunikasi virtual dan tidak sebagai komunikasi non verbal karena, disini komunikasi virtual ini lebih kepada penggunaan media social dan jejaring social di internet.
Pergaulan pun tak semonoton dulu yang harus keluar rumah untuk bergaul atau sekedar bertemu teman, sekarang ada Email, Skype, BBM, WhatsApp, dan bermacam-macam jejaring social, yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita diluar sana. Titik beratnya ke jejaring social atau media social.
Hari seperti sekarang ini siapa coba yang belum punya akun social media atau jejaring social, mungkin Cuma sepersekian persen manusia di muka bumi yang belum punya. Dari kota sampai desa semua kecanduan.

Orang-orang sekarang lebih senang bercerita tentang keseharian mereka, kesedihan, apapun yang mereka alami, sampai-sampai berdoa pun mereka lakukan di media social atau jejaring social. Aneh, memang aneh, tapi itulah trend yang sedang berkembang sekarang ini.
Untuk tahu, sedang apa teman kita, apa yang mereka alami dan rasakan, cukup klik ID profile mereka, dan kita pun dapat melihat status mereka, simplenya perteman di internet.
Orang-orang lebih senang mengomentari status, memberi komentar dari status yang di tulis teman-teman mereka di jejaring social daripada berkomunikasi secara langsung dan memberi tanggapan kepada apa yang sedang teman mereka rasakan.

Hasil komunikasi ini kemudian terbangun, terbagi-bagi menurut kesamaan minat yang kemudian menjadi lahan untuk tumbuhnya beberapa komunitas.

WANITA DAN ROKOK

Melihat pria merokok itu sudah biasa, bapak saya perokok berat, abang saya pun demikian. Sebelum memasuki bangku kuliah, saya tidak pernah melihat seorang wanita merokok, mungkin karena masa sekolah saya tidak di kota yang semua serba bisa dilakukan, mau itu sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Saat menginjakkan kaki ke bangku kuliah, dan memulai hidup sendiri di kota Makassar ini hal yang demikian tabu dimata saya kemudian menjadi biasa saja. Betapa tidak, di tempat saya ngekost ada beberapa kamar yang isinya wanita perokok, tentu mereka saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa laiknya saya. Mereka ini tentunya tidak merokok di teras kamar mereka atau di beranda kosan, yang mereka lakukan masih dalam tahap sembunyi-sembunyi.

Lalu kemudian apakah paradigma saya ke mereka ini menjadi negatif, tidak semudah itu membuat paradigma terhadap orang lain. Pernah saya bertanya kepada mereka, mengapa merokok? Jawaban mereka sebagian besar sama "stress". Lalu saya mendalami lagi, stress karena apa? disini jawaban mereka beragam. Si A kemudian menjabarkan stress karena cowoknya, si B karena skripsinya yang tak kunjung selesai-selesai, Si C karena tugas kuliah yang numpuk, Si D karena masalah keluarganya, begitu banyak "karena" yang saya dapat untuk pertanyaan ini. Alasan mereka merokok yang negatif tidak saya dapatkan, mereka merokok stress mereka beralasan, mereka pun merokok tidak untuk pamer, bukan untuk unjuk ke sekitar kalau mereka sebagai bisa merokok, tidak. Paradigma yang saya bangun terhadap mereka justru paradigma positif, mereka masih punya rasa malu, mereka tidak meminum minuman beralkohol untuk menghilangkan stress, mereka tidak ke klub malam untuk menghilangkan stress mereka, walaupun ada sebagian dari mereka yang masih ke klub malam.

Kemarin, saya dan teman menghabiskan waktu weekend di sekitaran jalan penghibur Makassar, sorenya hunting foto, kemudian malamnya kami menghabiskan waktu di salah satu tempat makan yang bisa dibilang lumayan ramai dikunjungi di kota Makassar ini, baik tua maupun muda. Sore sebelum magrib, pengunjung tidak seberapa banyak, yang ada hanya beberapa orang pengunjung yang sebagian besar bersama anak-anak mereka. Kemudian menjelang magrib, pengunjung yang datang lebih banyak lagi, crowd sudah mulai terbangun, ditambah lagi dengan kehadiran live music. Pengunjung yang bersama keluarga dan anak-anak mereka pun meninggalkan tempat itu, berganti dengan pengunjung lain yang datang bersama teman-teman mereka. Hal yang menjadi ide saya untuk menulis wanita dan rokok itu bermula disini.

Disekitaran saya melihat banyak wanita, ada yang masih belia, dewasa, ibu-ibu pun banyak. Kemudian mata saya tertuju ke sekumpulan ibu-ibu yang posisi mejanya tidak jauh dari meja saya, ada yang berjilbab, ada pula yang tidak, mungkin mereka sedang arisan pikirku. Lalu selang beberapa saat, kembali saya melihat ke arah mereka, ada asap rokok dari arah sana, ada salah seorang ibu-ibu yang merokok, tidak hanya sebatang dua batang merokoknya. Sesaat kemudian meja didepan saya pun ada yang mengisinya, dua cowok dan dua cewek, mereka semua pun merokok. Di ujung kejauhan, disana pun ada wanita dan rokok. Ironis sekali pemandangan tersebut, mereka wanita, bukan berarti saya membela kaum pria untuk merokok. Kembali ke terbangunnya paradigma, negatif atau positif, itu tergantung kacamata setiap orang. Negatif tentu saja menjadi paradigma yang unggul di situasi ini. Mereka wanita, merokok, konotasi sebagian besar orang tentunya akan sangat memandang rendah si wanita perokok ini. Namun kembali lagi ke beberapa alasan teman-teman saya di atas mengapa mereka merokok, mungkin saja salah satu mereka merokok sama, bedanya teman-teman saya itu masih punya rasa malu untuk tidak tampil di depan umum dengan kebiasaan mereka yang bisa menimbulkan pandangan negatif terhadap mereka.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul seketika melihat keadaan tersebut, yang paling mendaasar ke ibu-ibu yang tadi saya sebut mungkin sedang arisan. Apakah ini contoh yang baik ke anak-anak mereka, bukan tidak mungkin ibu itu tidak mempunyai seorang anak perempuan. bukan berarti saya menjudge ibu-ibu tadi tidak mampu memberi contoh yang baik ke anak-anaknya. Alangkah baiknya, bila di tempat umum seperti itu tidak melakukan aktifitas yang bisa memabangun paradigma negatif. Namun kembali lagi ke cara pandang masing-masing individu, yang memandang merokok itu tidak ada manfaatnya tentu tidak akan merokok.
 

afri Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger