Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

FRIENDS WITH BENEFIT

Teman tapi mesra, atau yang saat ini lebih dikenal dengan istilah friendzone, hubungan yang sulit pendeskripsiannya, kondisi menggantung, antara pacaran atau tidak. Rasa nyaman sebagai teman, bisa disebut sahabat memungkinkan hal ini terjadi. Tidak ingin terikat satu sama lain, faktor utama penyebab TTM ini. Sama-sama merasa seolah memiliki pacar, tapi di sisi lain, sama-sama tidak terikat sehingga tak ada yang bisa saling menuntut. Diantara pasangan TTM ini bisa saja timbul rasa cemburu terhadap pasangan, namun yang perlu diingat kembali kondisi ini tidak ada ikatan yang memungkinkan untuk menuntut apapun, kedua belah pihak berhak didekati dan mendekati orang lain.
 
Bahayanya ketika TTM ini mulai menjadi senjata makan tuan, maka hubungan pertemanan Anda yang menjadi taruhannya. Dari dua orang yang saling mengenal, saling mengisi dan memahami, kemudian berubah menjadi dua sosok yang dingin dan saling menjauhi. Bagaimanapun, sungguh sayang bila suatu hubungan pertemanan harus hancur.
 
Korelasi antara TTM dan Friends With Benefit cukup dekat, bisa dibilang tingkat akut sebuah hubungan TTM ini adalah friends with benefit. Penjabaran kedua istilah ini bisa dibilang berbeda dalam perlakuan dan tindakan selama menjalaninya. TTM, perlakuan dan tindakan yang diberikan pada hubungan ini masih wajar. Friends with benefit perlakuan dan tindakan yang di jalani oleh pasangan ini sudah melebihi ambang batas wajar, semisal kissing, petting dan selanjutnya dilakukan pada hubungan ini.
 
Masih ingin berada di area abu-abu ini atau mencari status yang jelas? Atau mencari bahkan berharap kemungkinan yang lain?
Seorang sahabat adalah kandidat pacar yang baik dan juga kandidat terbaik untuk jadi pasangan hidup dikemudian hari.

Sahabat Pena

Jaman SMP dulu, seingat saya di buku pelajaran bahasa Indonesia ada bab yang membahas sahabat pena, benar tidak ya? Atau jangan jangan saya cuma salah ingat :D . kalau tidak salah ( lagi ), dalam bab tersebut siswa di arahkan untuk menulis surat ( ya iyalah, masa membuat pilem ) untuk teman yang nun jauh disana. Sekarang pelajaran itu masih ada tidak ya? ( tetap kekeuh kalau dulunya pelajaran sahabat pena itu ada :D

Sempat punya sahabat pena di negeri seberang sana, Malaysia tepatnya. Teman korespondensi ini sebenarnya tetangga di kampung, tapi karena dia harus ikut orang tuanya yang mau tidak mau dia harus ke sana ( kalau saya sih mau pastinya hidup disana, cinta tanah air mah lewat ). Pertemanan via kertas dan pena ini pun tak berlangsung lama, hanya beberapa saat, dua tahun tak sampai.

Jaman teknologi cangih begini masih kirim-kiriman surat, malu sama teknologi. Anak-anak sekarang mah tahunya Twitteran,BBMan ( untuk yang punya BB, yang tidak punya SMSan juga bolehlah hahah ), Facebookan, tulis status 4lay FB ( kayak saya tidak pernah saja tulis status 4l4y bin 4j41b ). Munculnya teknologi canggih dan social media ini, lambat laun menggerus interaksi korespondensi ini, kasihan sekali.

Lanjut, entah sejak kapan kapan munculnya istilah sahabat pena ini, pihak PT. Pos Indonesia mungkin lebih tahu akan hal ini :P ( ngacho ).
Beberapa kelebihan berteman via surat menyurat ini, yaitu :
  • Yang pertama, tentunya mempererat tali silaturahmi
  • Melatih kita untuk menulis, dengan rajin menulis bisa saja tulisan tangan kita bisa saja menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Ini untuk yang tulisannya semacam Dokter, disarankan rajin-rajinlah korespondensi
  • Menimbulkan rasa penasaran, bila surat lama terbalasnya pasti penasaran dong
  • Membuat rasa bahagia, bagi penerima surat tentunya
  • Meningkatkan angka penjualan amplop
  • Meningkatkan angka penjualan perangko
  • Bisa memunculkan hasrat menjadi Filateler ( istilahnya sudah cocok tidak ya? Kayaknya salah :D
  • Dan yang terakhir, Pak pos tidak akan kurang kerjaan kerjaan lagi hahahhahh
Ada kelebihan, tentu ada kekurangan dong. Ini dia kekurangannya :
  • Sampai ke tangan sang penerima kadang lama ( bukan kadang lagi ini mah )
  • Nyampe ke penerima saja lama, apalagi balasannya, dijamin juga bakalan lama, bisa bisa yang jadi topic pembicaraan di surat sudah menjadi hal yang tidak penting lagi alias basi
  • Penggunaan kertas yang berlebih bisa menyebabkan hutan kita gundul, global warming dah jadinya kalau sering sering berkirim surat
  • Satu lagi, penggunaan tinta juga bakalan boros bila sering sering berkirim surat
Sekian dan terima kasih, kirim surat dulue
 

afri Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger