28 Agustus 2012, Stop Ngoprol !!!


Agustus, bulan kemerdekaan Republik Indonesia, tidak demikian dengan Koprollers. Tepat pada tanggal 28 Agustus 2012 Yahoo! menutup layanan berbasis geososial ini. Betapa tidak koprollers merasa kehilangan layanan buatan anak negeri ini. Alasan ditutupnya layanan ini dikarenakan revenue atau pendapatan yang diperoleh dari Koprol.com tidak begitu berarti untuk Yahoo!.

Akuisisi yang dilakukan oleh Yahoo! pada tanggal 25 Mei 2010 membawa pengaruh positif untuk pertumbuhan Yahoo! Koprol, dari sisi pengguna menjadi bertambah yang di sokong dengan publikasi yang dilakukan Yahoo! di berbagai media. Tahun 2010, jumlah pengguna Koprol hanya 75.000, setelah akuisi, pengguna Yahoo! Koprol meningkat menjadi 1,5 juta. Sepertinya hal ini tidak diimbangi dengan pendapatan yang didapatkan Yahoo! yang membawa dampak negatif yang kemudian berujung pada penutupan layanan Yahoo! Koprol.

Menanti New Koprol atau koprollers biasa menyebutnya dengan Koprol Reborn masih menjadi harapan yang selalu didengung-dengungkan. Dikutip dari Dailysocial.net "Seperti yang diumumkan pada bulan Juni, layanan Koprol ditutup dan para founder Koprol kini telah memiliki kembali nama dan hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan Koprol. Walaupun para pendiri Koprol bebas untuk menggunakan kembali nama Koprol selama tidak melanggar hukum, mereka belum memutuskan apa yang akan dibangun dengan nama Koprol, hanya saja mereka ingin tetap membawa semangat yang ada di layanan ini dengan apapun yang akan mereka kembangkan nanti." Hal ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan, mengingat yang dikembalikan oleh Yahoo! ke founder ( Daniel Armanto, Fajar Budiprasetyo dan Satya Witoelar ) hanya nama "koprol" dan nama domainnya, tidak begitu halnya dengan kode program dan database yang tetap dalam penguasaan Yahoo!.

Harapan satu-satunya saat ini ada pada Barito Labs yang memegang hak sepenuhnya atas nama "Koprol".

MINDTALK


Juni 2012 saya menjadi user Mindtalk.com, bukan sebagai user aktif, sekedar sign up kemudian ditinggalkan begitu saja. saat itu mindtalk ini belum begitu terdengar gaungnya sebagai social media yang menarik, selain itu bisa dibilang belum ada teman yang menggunakan socmed ini.
Mindtalk ini besutan dari Merah Putih Incubator ( MPI ) yang juga menaungi Daylisocial.net dan lintasberita.com. dan berkantor di Jogjakarta. Dikembangkan pada awal tahun 2011 dan resmi diluncurkan pada 14 November 2012.

Awalnya MindTalk adalah proyek pribadi dari Robin Ma’rufi dan konsepnya sebenarnya simpel, bagaimana menghadirkan MIRC dalam versi website. Sebelum berubah menjadi MindTalk, jejaring sosial ini bernama Digaku. Pada perkembangannya, Digaku mengalami penambahan fitur-fitur baru: profil yang lebih detail, points, upload video, like, dst. hingga menjadi seperti saat ini dan menggunakan nama MindTalk.com Dari ide dan konsep tersebut, Robin kemudian mendirikannya bersama Danny Oei Wirianto, salah satu pemegang saham Kaskus.co.id. Jejaring sosial ini menggunakan istilah asing, karena sejak awal ditargetkan untuk masuk pasar global. Media sosial ini berangkat dari fakta bahwa orang Indonesia gemar berkomunitas dan membentuk forum. Sayangnya, dalam forum anggota biasanya tidak bisa membentuk sendiri subforum karena otoritas tersebut dipegang oleh administrator. Selain itu menurut Danny, bentuk forum yang didominasi dengan teks terasa membosankan. Awal kemunculannya, MindTalk.com hanya menggunakan versi beta, dan hanya bisa diakses menggunakan personal computer (PC).(sumber wikipedia)

Berbeda pada awal rilisnya, tampilan halaman muka disuguhi dengan ikon "otak", saat ini ikon tersebut sudah tidak ada lagi, namun masih digunakan sebagai logo social media ini. Di halaman muka terdapat tombol home, channel, login dan sign up. Sebelum login, pengguna sudah bisa melihat konten  latest post, active posts dan channel's pick yang disediakan di channels tersebut. Channel's yang disediakan pun lumayan banyak, pengguna bisa memilih sesuai dengan interest masing-masing pengguna.
Saat login, pengguna akan disuguhi dengan konten-konten channel yang telah dipilih saat pengguna signing up. Lain dengan social media yang selama ini saya gunakan yang menyatukan semua notifikasi yang masuk, baik itu permintaan pertemanan atau notifikasi saat ada user lain yang mengomentari postingan Anda, di mindtalk ini di buat terpisah, saat ada yang mengomentari conversation yang ada ikuti akan muncul notifikasi di tombol dialogue, namun begitu ada yang mensupport Anda akan muncul notifikasi tombol yang berbentuk lonceng. Istilah follow dan memfollow disini disebut support dan memsupport, unik juga.
Di bagian kolom home, terselip popular channels, di twitter disebutnya trending topik, begitulah kira-kira bisa disebutnya. Ada juga satu bagian tampilan antarmuka yang membedakan dengan social media yang lain, yaitu tampilannya bisa diset sesuka hati penggunanya, apakah berbentuk grid atau list.


Arsitektur Pengguna
  • Kata channel biasa digunakan dalam IRC, dan ini juga digunakan dalam MindTalk.
  • Dalam MindTalk, channel diibaratkan seperti rumah yang dihuni oleh orang-orang dari berbagai asal.
  • Dalam forum, ini seperti halnya sub-forum.
  • Dalam channel juga terdapat beberapa atribut seperti : Founder, user dan posting.
  • User dapat membuat channel seperti yang biasa dilakukan pada IRC.
Streams

Streams adalah postingan user yang terus berjalan. Postingan di bagi dalam empat tipe, yaitu : Latest, Pic, Video, Articles (untuk membuat artikel), Ask (bertanya) dan Deal.
  • Latest : Tempat ini digunakan untuk mengupdate status seperti pada social media umumnya.
  • Pic : Tempat ini digunakan untuk mengupload poto.
  • Video : Tempat ini digunakan untuk sharing video, di bagian ini video yang diupload tidak langsung dari drive komputer pengguna namun harus berupa url.
  • Articles : Digunakan untuk membuat artikel yang dibatasi hingga 20000 karakter. User juga dapat memberikan keyword.
  • Ask : Tempat untuk bertanya, dan bisa juga dijawab oleh user lainnya, dan setiap jawaban bermutu akan mendapatkan ranking.
  • Deal : Digunakan untuk membuat penawaran bisnis.
Fitur yang disediakanpun tak kalah dengan social media yang lain, menurut saya mumpunilah. Untuk channel yang telah tercreate bisa ditambahkan logo sesaui dengan channel interest. Bagian yang menarik dan yang paling saya suka saat merespon atau mengomentari postingan tersedia pilihan emoticon yang lumayan membantu mengekspresikan komentar pengguna. Saat mengkreate postingan pengguna dapat membagikannya ke facebook ataupun twitter masing-masing pengguna. 

Virtual Communication


Porter mendefinisikan virtual community (komunitas virtual) sebagai sekumpulan individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, di mana interaksi ini didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa moderator ataupun aturan tertentu. McQuail mengutip Lindlof dan Schatzer (1998) mengatakan bahwa virtual community terbentuk karena adanya orang yang memiliki kesamaan minat dan sering berinteraksi satu sama lain. Virtual community ini dapat terbentuk dari berbagai media sosial dan jejaring sosial misalnya, Facebook.
( wikipedia )

PC, Laptop, Handphone, dan gadget-gadget lain yang mendukung sangat berperan banyak dalam berkembangnya komunikasi virtual ini. Istilah saya ini mungkin salah menurut anda, tapi menurut saya inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan situasi yang ada sekarang ini.
Komunikasi dua arah secara verbal sedikit demi sedikit tergusur, orang-orang lebih cenderung menggunakan internet untuk berkomunikasi, komunikasi non verbal pun menjadi marak. Saya menyebutnya sebagai komunikasi virtual dan tidak sebagai komunikasi non verbal karena, disini komunikasi virtual ini lebih kepada penggunaan media social dan jejaring social di internet.
Pergaulan pun tak semonoton dulu yang harus keluar rumah untuk bergaul atau sekedar bertemu teman, sekarang ada Email, Skype, BBM, WhatsApp, dan bermacam-macam jejaring social, yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita diluar sana. Titik beratnya ke jejaring social atau media social.
Hari seperti sekarang ini siapa coba yang belum punya akun social media atau jejaring social, mungkin Cuma sepersekian persen manusia di muka bumi yang belum punya. Dari kota sampai desa semua kecanduan.

Orang-orang sekarang lebih senang bercerita tentang keseharian mereka, kesedihan, apapun yang mereka alami, sampai-sampai berdoa pun mereka lakukan di media social atau jejaring social. Aneh, memang aneh, tapi itulah trend yang sedang berkembang sekarang ini.
Untuk tahu, sedang apa teman kita, apa yang mereka alami dan rasakan, cukup klik ID profile mereka, dan kita pun dapat melihat status mereka, simplenya perteman di internet.
Orang-orang lebih senang mengomentari status, memberi komentar dari status yang di tulis teman-teman mereka di jejaring social daripada berkomunikasi secara langsung dan memberi tanggapan kepada apa yang sedang teman mereka rasakan.

Hasil komunikasi ini kemudian terbangun, terbagi-bagi menurut kesamaan minat yang kemudian menjadi lahan untuk tumbuhnya beberapa komunitas.

WANITA DAN ROKOK

Melihat pria merokok itu sudah biasa, bapak saya perokok berat, abang saya pun demikian. Sebelum memasuki bangku kuliah, saya tidak pernah melihat seorang wanita merokok, mungkin karena masa sekolah saya tidak di kota yang semua serba bisa dilakukan, mau itu sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Saat menginjakkan kaki ke bangku kuliah, dan memulai hidup sendiri di kota Makassar ini hal yang demikian tabu dimata saya kemudian menjadi biasa saja. Betapa tidak, di tempat saya ngekost ada beberapa kamar yang isinya wanita perokok, tentu mereka saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa laiknya saya. Mereka ini tentunya tidak merokok di teras kamar mereka atau di beranda kosan, yang mereka lakukan masih dalam tahap sembunyi-sembunyi.

Lalu kemudian apakah paradigma saya ke mereka ini menjadi negatif, tidak semudah itu membuat paradigma terhadap orang lain. Pernah saya bertanya kepada mereka, mengapa merokok? Jawaban mereka sebagian besar sama "stress". Lalu saya mendalami lagi, stress karena apa? disini jawaban mereka beragam. Si A kemudian menjabarkan stress karena cowoknya, si B karena skripsinya yang tak kunjung selesai-selesai, Si C karena tugas kuliah yang numpuk, Si D karena masalah keluarganya, begitu banyak "karena" yang saya dapat untuk pertanyaan ini. Alasan mereka merokok yang negatif tidak saya dapatkan, mereka merokok stress mereka beralasan, mereka pun merokok tidak untuk pamer, bukan untuk unjuk ke sekitar kalau mereka sebagai bisa merokok, tidak. Paradigma yang saya bangun terhadap mereka justru paradigma positif, mereka masih punya rasa malu, mereka tidak meminum minuman beralkohol untuk menghilangkan stress, mereka tidak ke klub malam untuk menghilangkan stress mereka, walaupun ada sebagian dari mereka yang masih ke klub malam.

Kemarin, saya dan teman menghabiskan waktu weekend di sekitaran jalan penghibur Makassar, sorenya hunting foto, kemudian malamnya kami menghabiskan waktu di salah satu tempat makan yang bisa dibilang lumayan ramai dikunjungi di kota Makassar ini, baik tua maupun muda. Sore sebelum magrib, pengunjung tidak seberapa banyak, yang ada hanya beberapa orang pengunjung yang sebagian besar bersama anak-anak mereka. Kemudian menjelang magrib, pengunjung yang datang lebih banyak lagi, crowd sudah mulai terbangun, ditambah lagi dengan kehadiran live music. Pengunjung yang bersama keluarga dan anak-anak mereka pun meninggalkan tempat itu, berganti dengan pengunjung lain yang datang bersama teman-teman mereka. Hal yang menjadi ide saya untuk menulis wanita dan rokok itu bermula disini.

Disekitaran saya melihat banyak wanita, ada yang masih belia, dewasa, ibu-ibu pun banyak. Kemudian mata saya tertuju ke sekumpulan ibu-ibu yang posisi mejanya tidak jauh dari meja saya, ada yang berjilbab, ada pula yang tidak, mungkin mereka sedang arisan pikirku. Lalu selang beberapa saat, kembali saya melihat ke arah mereka, ada asap rokok dari arah sana, ada salah seorang ibu-ibu yang merokok, tidak hanya sebatang dua batang merokoknya. Sesaat kemudian meja didepan saya pun ada yang mengisinya, dua cowok dan dua cewek, mereka semua pun merokok. Di ujung kejauhan, disana pun ada wanita dan rokok. Ironis sekali pemandangan tersebut, mereka wanita, bukan berarti saya membela kaum pria untuk merokok. Kembali ke terbangunnya paradigma, negatif atau positif, itu tergantung kacamata setiap orang. Negatif tentu saja menjadi paradigma yang unggul di situasi ini. Mereka wanita, merokok, konotasi sebagian besar orang tentunya akan sangat memandang rendah si wanita perokok ini. Namun kembali lagi ke beberapa alasan teman-teman saya di atas mengapa mereka merokok, mungkin saja salah satu mereka merokok sama, bedanya teman-teman saya itu masih punya rasa malu untuk tidak tampil di depan umum dengan kebiasaan mereka yang bisa menimbulkan pandangan negatif terhadap mereka.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul seketika melihat keadaan tersebut, yang paling mendaasar ke ibu-ibu yang tadi saya sebut mungkin sedang arisan. Apakah ini contoh yang baik ke anak-anak mereka, bukan tidak mungkin ibu itu tidak mempunyai seorang anak perempuan. bukan berarti saya menjudge ibu-ibu tadi tidak mampu memberi contoh yang baik ke anak-anaknya. Alangkah baiknya, bila di tempat umum seperti itu tidak melakukan aktifitas yang bisa memabangun paradigma negatif. Namun kembali lagi ke cara pandang masing-masing individu, yang memandang merokok itu tidak ada manfaatnya tentu tidak akan merokok.

Mendadak Photographer

Tahu instagram? Tidak tahu? Anda otomatis kudet alias kurang update. Ios, Android, Windows Phone sampai ke Blackberry pun aplikasi photo sharing ini ada. Aplikasi ini awalnya memang ekslusifitasnya hanya dipegang oleh IoS user, namun ketika booming Android melanda, mau tidak mau pengembang aplikasi inipun menyambangi Android. Tak hanya sampai di Android, di Windows Phone pun saat ini aplikasi Instagram ini bisa berjalan, kemudian merambah ke Blackberry. Disini saya tidak akan membahas instagramnya tapi user instagramnya.

Intro
Sebelum saya mengenal instagram dan mengunakannya menjadi media utama untuk photo sharing saya, terlebih dahulu saya telah berkenalan dengan Flickr besutan Yahoo! dan dengan dua aplikasi android yang bisa dibilang cukup tenar. 
  • Pertama, Flickr, Siapa yang tidak kenal dengan photo sharing besutan Yahoo! ini, flickr sudah sangat terkenal dikalangan photographer pro di seluruh dunia. Photo sharing ini saya gunakan sudah cukup lama sejak Juli 2010 dimana saat itu saya senang dengan kamera handphone ( yang saat itu masih Nokia ) saya untuk mengabadikan gambar. Sampai saat ini saya masih menggunakan Flickr, tapi tidak seaktif di instagram. 
  • Kedua, Picplz, aplikasi photo sharing ini tidak jauh beda dengan aplikasi photo sharing yang lain, filternya lumayan mumpuni ( saya lupa filter yang disediakan aplikasi ini ), saat itu aplikasi ini lumayan cukup terkenal di kalangan pengguna android. Saat ini aplikasi ini sudah tidak ada lagi di playstore android karena telah di shut down pada tanggal 3 Juli 2012. 
  • Yang ketiga, Streamzoo, untuk urusan filter aplikasi ini sangatlah jauh dari instagram, aplikasi ini menyuguhkan kira-kira 20 filter, yang menarik dari aplikasi ini dan tidak dimiliki oleh instagram, user bebas mengunggah poto mereka tidak harus dalam ukuran 1x1 atau square. Mengapa menggunakan instagram, bukan tetap pada streamzoo? User streamzoo kurang, apalagi area Makassar, teman yang menggunakannya pun bisa saya hitung dengan jari. Saat instagram menyambangi android, saya pun terlena seperti user android yang lain. Saat saya menulis artikel ini, streamzo di playstore sudah tidak saya temukan lagi.
Sepertinya intronya sudah sangat panjang, mari lanjut ke intinya.

Photographer dadakan, mengapa saya menyebut demikian?
Begitu instagram masuk ke android, berbondong-bondonglah user android mendownload dan mengunggah photo mereka. Peduli setan, mau poto itu bagus, mau poto itu jelek, yang penting upload. Nah, saat user-user ini menemukan beberapa photo yang sangat jauh dari hasil jepretan mereka, disini pulalah muncul rasa malu untuk mengunggah photo yang biasa-biasa saja. Dan saat mereka menemukan "kelompok-kelompok" atau "geng" bahkan komunitas, disinilah mereka akan mulai malu untuk mengunggah photo yang jauh dari layak, mereka akan mulai mensortir photo-photo mana saja yang akan mereka upload.

Coba lihat feed mereka yang baru menggunakan instagram, bandingkan dengan saat mereka sudah mengenal komunitas atau geng dalam instagram ini. Feed awal mereka tentu diwarnai dengan photo yang bisa dibilang asal upload, saat sudah mengenal kelompok-kelompok instagram photo feed mereka pun berubah drastis. Mereka disini bukan photographer pro, mereka yang saya maksud disini user-user yang sebelum mengenal instagram tidak "mengenal" dunia photography. Ada yang senang dengan HDR, ada yang senang dengan macro photography, ada yang senang dengan hitam putih, dan bermacam-macam lainnya. Disini saya melihat banyak yang kemudian mejadi "sok tahu", maaf saya menyebut demikian, mengapa? lihat saja komentar-komentar yang terpampang di komentar photo mereka, diantaranya "wow cadas, wow keren, top dan segala macam" yang sebenanrnya poto yang mereka komentari ini biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang sangat tidak layak untuk dikomentari demikian.

Fenomena yang lain lagi, ada ketidakpuasan saat mengambil poto hanya bermodalkan handphone, berbondong-bondonglah menggunakan user-user ini menggunakan kamera DSLR. Namun, saya tekankan sekali lagi, tidak semua user instagram seperti ini. Lalu kemudian berbondong-bondong menjadi photographer dadakan, yang memang dari awal sebelum mengenal instagram bisa bisa dibilang wajarlah ketika mereka melanjutkan hobby mereka, namun yang saya sebut sebagai photographer dadakan disini mereka yang sebenarnya tidak senang dengan dunia photography menjadi merasa terpaksa untuk mencintai photography. Demi menunjukkan ke eksistensisnya di "group atau bisa dibilang komunitas ini" mereka rela menyisihkan waktunya untuk ikut photowalk, jepret sana jepret sini.

Sisi positif dari sini yang kemudian saya tangkap, user-user ini kemudian paham bagaimana teknik, lebih menggali diri mereka di bidang ini, lebih ingin tahu lagi dengan dunia ini, yang pada akhirnya menghasilkan photo yang memang bisa dianggap layak untuk dipublisikan.
Teruslah berkarya, meskipun di cap sebagai photographer dadakan, mungkin suatu saat saya, kami, kamu bisa menjadi photographer dalam arti sebenarnya.

Sahabat Pena

Jaman SMP dulu, seingat saya di buku pelajaran bahasa Indonesia ada bab yang membahas sahabat pena, benar tidak ya? Atau jangan jangan saya cuma salah ingat :D . kalau tidak salah ( lagi ), dalam bab tersebut siswa di arahkan untuk menulis surat ( ya iyalah, masa membuat pilem ) untuk teman yang nun jauh disana. Sekarang pelajaran itu masih ada tidak ya? ( tetap kekeuh kalau dulunya pelajaran sahabat pena itu ada :D

Sempat punya sahabat pena di negeri seberang sana, Malaysia tepatnya. Teman korespondensi ini sebenarnya tetangga di kampung, tapi karena dia harus ikut orang tuanya yang mau tidak mau dia harus ke sana ( kalau saya sih mau pastinya hidup disana, cinta tanah air mah lewat ). Pertemanan via kertas dan pena ini pun tak berlangsung lama, hanya beberapa saat, dua tahun tak sampai.

Jaman teknologi cangih begini masih kirim-kiriman surat, malu sama teknologi. Anak-anak sekarang mah tahunya Twitteran,BBMan ( untuk yang punya BB, yang tidak punya SMSan juga bolehlah hahah ), Facebookan, tulis status 4lay FB ( kayak saya tidak pernah saja tulis status 4l4y bin 4j41b ). Munculnya teknologi canggih dan social media ini, lambat laun menggerus interaksi korespondensi ini, kasihan sekali.

Lanjut, entah sejak kapan kapan munculnya istilah sahabat pena ini, pihak PT. Pos Indonesia mungkin lebih tahu akan hal ini :P ( ngacho ).
Beberapa kelebihan berteman via surat menyurat ini, yaitu :
  • Yang pertama, tentunya mempererat tali silaturahmi
  • Melatih kita untuk menulis, dengan rajin menulis bisa saja tulisan tangan kita bisa saja menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Ini untuk yang tulisannya semacam Dokter, disarankan rajin-rajinlah korespondensi
  • Menimbulkan rasa penasaran, bila surat lama terbalasnya pasti penasaran dong
  • Membuat rasa bahagia, bagi penerima surat tentunya
  • Meningkatkan angka penjualan amplop
  • Meningkatkan angka penjualan perangko
  • Bisa memunculkan hasrat menjadi Filateler ( istilahnya sudah cocok tidak ya? Kayaknya salah :D
  • Dan yang terakhir, Pak pos tidak akan kurang kerjaan kerjaan lagi hahahhahh
Ada kelebihan, tentu ada kekurangan dong. Ini dia kekurangannya :
  • Sampai ke tangan sang penerima kadang lama ( bukan kadang lagi ini mah )
  • Nyampe ke penerima saja lama, apalagi balasannya, dijamin juga bakalan lama, bisa bisa yang jadi topic pembicaraan di surat sudah menjadi hal yang tidak penting lagi alias basi
  • Penggunaan kertas yang berlebih bisa menyebabkan hutan kita gundul, global warming dah jadinya kalau sering sering berkirim surat
  • Satu lagi, penggunaan tinta juga bakalan boros bila sering sering berkirim surat
Sekian dan terima kasih, kirim surat dulue

Gadget Canggih, Fiture Canggih , User “kurang canggih”

A    : “Fri, pendaftaran mahasiswa baru sudah buka belum? “
Saya : “Wadduh, saya juga kurang tahu”
A    : “Tolong dong cek ke UNHAS”
Saya : “kayaknya tidak sempat ka cek ke sana”
A    : “Tolong dulue, nda sempat ka juga ke Makassar”
Saya : “Cek Online mi saja”
A    : “Nda sempatka kewarnet, koneksi internet di kantor juga nda bagus”
Saya : “Pake HP kan bisa”
A    : “Nda ku tahu i”
Saya : “Pake HP apa ko kah?”
A    : “ BB, tapi nda  tahu ka setting i, nda tahu pa juga pake i”
Saya : Melongo


Penggalan percakapan via SMS dengan salah seorang teman di Sidrap.

Betapa ruginya membeli gadget canggih tapi pemanfaatan fiturenya kurang atau sama sekali tidak di manfaatkan.

Bagaimana dengan Anda ?

Management Abal-Abal

Ide dan niatan menulis tentang hal ini dari hasil perbincangan dengan teman yang bekerja pada salah satu PT (nama perusahaan tidak disebutkan). Tulisan saya ini bukanlah berdasarkan buku Management yang saya pelajari di bangku perkuliahan, tapi ini murni dari apa yang diamati dan dilihat pada kenyataan, jadi kalau ada yang melenceng dari buku yang pembaca pernah Anda baca,  dan menurut pembaca salah atau sok tahu dari tulisan ini, ya maaf. Yang saya akan ceritakan/bahas berikut adalah Sistem Managerial dan orang-orang yang terlibat didalamnya atau menurut hemat saya pengelolaan  pada perusahaan yang tidak saya sebutkan namanya ini. Silahkan di baca bagi yang berkenan baca, yang tak berkenan ya silahkan juga.
  Seingat saya pengertian dari manajemen dalam sebuah yaitu bekerjasama dengan orang-orang untuk menentukan dan mencapai tujuan suatu organisasi dengan melibatkan beberapa fungsi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan pegawai, pelaksanaan, kepemimpinan, pengawasan dan evaluasi. Bila salah satu fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya maka mungkin saja perusahaan tersebut dalam berkegiatan akan “pincang”, entah itu disadari atau tidak oleh sang pengelola perusahaan. Dalam halnya perusahaan yang saya bahas disini, saya rasa cuma dua fungsi yang mereka laksanakan yaitu perencanaan dan pengorganisasian, saya katakan demikian karena tidak mungkin perusahaan ini ada bila tak ada perencanaan dari awalnya dan mereka yang mendirikan perusahaan ini tentunya sudah terorganisir.

Lanjut, untuk fungsi yang mereka tidak laksanakan dengan baik sebagai berikut :
* Penyusunan pegawai, istilah kerennya staffing, disini pegawai ditempatkan asal asalan, posisi pegawai yang cocok dengan keahlian atau bidang yang sesuai dengan keterampilan mereka hanya 25%, sedangkan sisanya di tempatkan bukan pada keahlian mereka. Sedikit banyak hal ini akan mengakibatkan pekerjaan yang mereka laksanakan akan terkendala. Produktifitas pegawai sebagai pelaksana akan berkurang karena hal ini. Semisal, lulusan psikologi di tempatkan pada posisi teknisi, bukankah itu tidak masuk akal. Dan saya rasa ada baiknya perusahaan mengadakan survey atau membuat kuisioner ke pegawai tentang pekerjaan mereka, semisal menanyakan apakah mereka suka dengan posisi atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, bila pekerjaan dilakukan atas dasar suka atau senang dijamin karyawan akan happy melaksanakan tugasnya. Tentunya survey atau kuisioner ini juga didasarkan pada keterampilan mereka, semisal petugas pengolahan data yang punya latar pendidikan yang cocok dengan pekerjaan ini mengisi kuisioner ini mengaku suka dengan pekerjaan marketing hanya karena ingin lebih bebas. Dibutuhkan kelihaian pemimpin dalam menilai dan menempatkan posisi pegawainya.
* Pelaksanaan, dalam hal ini, bila staffing telah diadakan dengan baik maka untuk pelaksanaan saya rasa tidak akan ada masalah berarti yang dapat menghambat kinerja pegawai.
* Kepemimpinan ( leading ), yang saya lihat di perusahaan ini seorang manager tidak turun tangan secara langsung mengawasi pelakasanaan kerja. Ada seorang supervisor yang bertanggung jawab sebagai kepanjangan tangan dari manager. Seorang manager hanya sesekali melakukan pemantauan langsung kepada karyawan bawahannya, akan tetapi seorang SPV ( supervisor ) akan selalu memantau secara langsung pekerjaan karyawan kemudian melaporkan ke manager. Menurut pengamatan saya, SPV disini kurang tegas, kurang awas terhadap apa yang dilakukan bawahannya di kantor. Kembali lagi ke fungsi penyusunan pegawai (staffing ) yang tidak terlaksana.
* Pengawasan (controlling ), yang dilakukan oleh SPV disini sangat kurang, fungsi controlling yang seharusnya dilakukan tidak terlaksana dengan begitu baik, sehingga pelaporan  ke atasan atau manager menjadi kurang. Ada kesan cuek yang saya tangkap dari seorang SPV yang bertugas disini. Pertama, Absensi tidak begitu diperhatikan, sehingga karyawan tidak disiplin dalam kehadiran di kantor. SPV disini jam kerjanya cuma sampai hari jumat saja sedangkan operasional kantor ini berlangsung dari dari hari senin sampai dengan hari minggu, jadi untuk karyawan yang jam kerjanya masuk hari minggu, bisa seenaknya masuk atau tidak, karena tidak adanya pengawasan. Bisa dimaklumi karena penerapan jam kerja ini baru, untuk jadwal SPV belum disesuaikan. Kedua, SPV disini terlalu manut dengan apa yang dikatakan bawahannya, kurang inisiatif.
* Evaluasi, fungsi ini sebaiknya jangan disepelekan, di fungsi inilah manager mengetahui sejauh mana keberhasilan dari perencanaan dan kerja yang selama ini dilaksanakan. Kemudian fungsi evaluasi yang saya lihat di corporate ini sangat kurang. Menurut saya waktu sebulan cukuplah untuk memantau hasil kinerja dari sistem yang baru saja di terapkan, setahu saya sistem untuk penjadwalan kerja disini baru saja diubah sebelumnya cuma dari senin sampai dengan jumat, sekarang dilaksanakan dari senin sampai dengan minggu dengan pembagian shift kerja. Dari apa yang saya lihat penerapan jadwal baru disini kurang baik, untuk hal ini tidak saya jabarkan mengapa saya katakan kurang baik. Dan menurut saya pencapaian dari planning yang di rencakan sedari awal tidak tercapai.
    Kesimpulan dari uraian saya diatas, beberapa fungsi yang seharusnya dilaksanakan tidak terlaksana dengan baik. Untuk hasil yang dicapai, saya pikir mungkin juga kurang.
Perlu pembaca ingat dan ketahui, tulisan ini menurut kacamata penulis, jadi bila pembaca kurang setuju, ya maaf.

Daengkops New Administrator

Dua Minggu yang lalu, sekitaran minggu kedua April, saya memutuskan untuk bertemu saudari @erviii untuk membahas kelanjutan @daengkops yang sudah berumur setahun ini. Banyak koprollers yang menanyakan kok Daengkops seperti mati suri setelah setahun, tak ada kegiatan Kopdar atau Kopdarmini, kami tak menampik hal itu, kami lakukan ini karena kami lihat semakin sering Kopdar akan menimbulkan rasa “bosan” , jadi kami diamkan dulu untuk membangkitkan rasa rindu Koprollers untuk Kopdar. Selain hal tersebut, karena kami sedang mencari siapakah yang cocok untuk menjadi admin baru untuk Daengkops.
Lanjut, Rencana ini sudah kami dari bulan Maret kemarin, karena sayanya saja yang pelupa *pikun kapang :D* dan kesibukan masing-masing sehingga tertunda terus. Saudara Fajrin kami hubungi via sms saja karena all akun jejarsolnya mati *tutup akun* untuk membahas ini, jujur saja untuk membahas ini dengan Fajrin saya percayakan ke Ervi, jadi dia yang lebih sering konsultasi ke Fajrin, saya menyampaikan saran ke Ervi, kemudian di teruskan ke Fajrin, dari Fajrin kembali ke Ervi kemudian ke saya lagi hehehe… *capekna mamo kasian Ervi bolak balik hahahha*
Sekian dulu membahas lika liku kami bertiga, setelah saya bertemu dengan Ervi untuk membahas Calon Admin Baru untuk Daengkops di KFC Alauddin *andalanna ibu Ervi*, muncullah satu nama nama yang kami anggap cocok untuk menempati posisi sebagai pengganti kami yaitu Bombomb. Seperti biasa tugas Ervi menyampaikan hasil pembicaraan ini ke Fajrin, dan dia pun setuju dengan usulan kami.
           Next, kamipun janjian dengan sodara Bombomb untuk mengutarakan maksud kami untuk meminangnya *botting kapang* menjadi admin baru. Kopdarmini *tanpa ekspose* ini kami adakan di KFC Panakukang Square *ini atas usulan Ervi lagi* , yang hadir saat itu saya, Ervi, Bombomb dan Akmal. Setelah berbincang bincang *soknya mi bahasaku* Bombomb pun mengiyakan pinangan kami. Tapi dengan syarat, jika menjadi admin bombomb tidak sendiri. Pembicaraanpun berlanjut untuk mencari formasi yang cocok, muncullah nama @nhadhyea *rempongnya mi IDnya* dan Ichal.
Awalnya kami ragu kepada saudari Nadya, apakah mau menjadi admin untuk daengkops, dan Alhamdulilah Nadya mengiyakan . Begitupun dengan Ichal, setelah saya prospek *MLM kapang* Ia pun menyetujuinya.
Dan setelah hari ini Admin Daengkops adalah saudara @Bombomb @Nhadhyea dan @Cumalz_ichal. Semoga saja Daengkops di tangan kalian bisa lebih dari apa yang kami ( Fajrin, Ervi dan Saya ) lakukan, lebih bisa dikenal di Makassar, lebih berkembang, lebih Innovatif dan lebih Kreatif. Caiyyo Daeng Koprollers

Terdampar Di Komunitas Daengkops

Awal terbentuknya komuntas ini karena “kecemburuan” melihat komunitas Koprol yang telah terbentuk di beberapa kota di Indonesia. Ide membentuk “daengkops” ini muncul dari saudara Fajrin, beliau bisa dibilang sebagai senior saya di dunia perkoprolan. Fajrin menjadi member koprol  jauh sebelum  saya yang “sign up” pada awal januari 2010. Kami membahas ide kreatif ini ( Sok deh *LOL ) melalui social network Facebook, kami memanfaatkan fitur chat media social ini. Jarak kami cukup jauh untuk membahas secara langsung atau berdiskusi secara langsung tak mungkin, saya di Jeneponto sedangkan saudara fajrin berada di Pare Pare.

Diskusi ini berlangsung seharian ( kayaknya ), diskusi awal dimulai dengan penyampaian ide membentuk komunitas, dalam hal penyampaian ide ini saya langsung mengiayakan. Kemudian masuk ke disikusi selanjutnya, pemilihan nama untuk komunitas, diskusi ini berlangsung agak lama. CotoKops, MaKops dan lain lain ( lupa heheh ), beberapa kandidat nama untuk komunitas ini. Setelah berfikir lama dan memunculkan nama nama yang menurut saya agak ngaco hehehe, terpilihlah nama “DAENGKOPS”.

Daengkops, mengapa kami memakai nama karena Makassar dengan julukan kota Daeng (CMIIW ). pengucapan kata Daengkops pun enak di telinga ( menurut kami ), dan orang lain yang mendengar atau melihat kata Daengkops pun akan mengarahkan kata ini  ke kota Makassar. Gampang di ucapkan, mudah di ingat, Daengkops.

Penentuan nama untuk komunitas ini selesai, tanpa sepengetahuan saya, saudara Fajrin telah membuat akun dengan id @daengkops di Koprol. Ada satu hal yang waktu itu membuat saya agak bingung, saudara Fajrin mengajak saya untuk menjadi salah seorang administrator komunitas baru ini. Mungkin karena user koprol Makassar waktu itu jumlahnya masih terbilang sedikit, so, Fajrin main asal pilih :P . Yang di ajak untuk menjadi admin disini bukan Cuma saya tapi saudari Ervi juga. Saya termasuk orang tipe yang susah menolak ajakan, dan lagi pula ini ajakan yang baik, saya terima tawaran tersebut.

Perlu pembaca ketahui Fajrin, Ervii dan saya sama sekali tidak kenal satu sama lain. Kami hanya berkomunikasi lewat dunia maya  . Dunia Maya memang punya banyak cerita :P

Valentine's Day


Judul tulisannya klise amat, biarlah, dari pada tak ada judulnya.
kali ini coretan afri tentang Valentine
__________________________________________________________________________________


"Selamat Datang Bulan Penuh Cinta"


"February Pink"

"Be My Valentine"

Contoh tulisan pada beberapa status teman pada beberapa socmed.

Inbox SMS pun tak luput dari serangan kata kata indah, kalau mau ta tulis di sini satu satu panjang euy, dan lagian isi smsnya seragam, tidak kreatifnya deh.... Si A kirim sms "bla bla bla" dapat dari si B "bla bla bla" ekh dapat lagi dari si C "bla bla bla", semua sama, cwape' deh.

Kenapa saya niat untuk menulis tentang Valentine ini, karena bulan ini bulan february, coba bulan agustus mungkin tulisan saya tentang pahlawan, Indonesia atau bahkan kemerdekaan. heheheh...

Tulisanku ini tidak berat kok, afri tak akan membahas tentang Valentine dalam pandangan agama, terlalu berat buat nulis itu, kemampuan jari jemari ku tak kuat memikulnya. hallah.... silahkan di simak ya ... :)

Kata kata cinta di bulan ini begitu laris manis, di socmed, di sms, di kartu ucapan, sampai di blog pun, semua ramai ramai menulis kata cinta.

Warna Pink menjadi warna yang paling banyak di burudi bulan ini, khususnya para ABG. Ada yang bilang Pink identik dengan Cinta, dimana letak hubungannya ya? cari sendiri aja ya, malas buat mencarinya, kayaknya g begitu penting.

Penggiat pasar dan perekonomian pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini *halah bahasanya* lihat saja pamflet atau selebaran yang di jalan, rata rata memeberikan penawaran khusus dalam rangka Valentine ini. Yang di untungkan siapa coba??? Ya pengusaha alias penjualnya, masa ABG labil atau orang orang yang merayakannya, yang ada mereka rugi. Kasihan ya ....

Siaran radio, tipi, menyajikan hal hal yang berbau Valentine. Format acaranya di susun sedemikian rupa oleh tim kreatif agar menarik pendengar dan pemirsa televisi. Miris rasanya, membudayakan Valentine di tengah keterpurukan budaya bangsa *bukannya sok*.

Berdasar hasil searching di internet di wikipedia dan googel tentang valentine ini, ada satu nama yang selalu saya dapat yakni St. Valentinus, siapakah dia??? Penasaran??? Baiklah saya akan memaparkan secara tajam setajam belati tentang orang ini *Veny Rose Style*, tapi dikit aja ya, soalnya kalau ta jelasin dari mula lahirnya dia kepanjangan, lagian juga afri tak kenal siapa ibu St. Valentinus ini heheheh... kok jadi ngaco.
Ini dia kisah singkatnya, Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius, demikan kisah singkatnya.

Dibagian ini sedikit serius, simak baik baik ...
Ada bagian dari Valentine yang agak membuat miris, yaitu cara perayannya yang menurut saya diluar ambang batas kewajaran, ada yang pesta miras, narkoba, dan yang paling fatal melakukan hubungan sex dengan pacar semalaman *kuat ya*. Berbagi kasih sayang tiada yang melarang, silahkan, monggo, tapi dengan cara yang wajarlah.
Budaya kebarat kebaratan sudah mencengkram erat di pergaulan anak muda jaman sekarang, budaya sendiri terlupakan. Ingat kawan, saudaraku, budaya Valentine ini bukan budaya kita. Kita orang timur, bukan orang barat. sekian dan terima kasih telah menyaksikan pidato saya. heheheh....

Mawar dan Valentine
Bunga yang paling identik dengan moment valentine siapa lagi kalau bukan si mawar *kayak nama korban pemerkosaan*. Untuk kaum berduit, mawar asli bisa saja jadi hadiah yang istimewa, tapi untuk kaum tak berduit, mawar plastik lah yang menjadi pilihan istimewa. Dimana letak istimewanya hahahahah


Coklat dan Valentine
Kata orang orang, kata orang loh ini, coklat itu romatis, buat saya mah enak dan manis
Orang orang pada berburu coklat pas valentine buat dikasi ke pasangan masing masing, coba aja berburu peralatan rumah tangga, kan jadinya kurang romantis. :p

Orang orang yang merayakan Valentine :
  1. Orang yang punya pacar / pasangan, kalau ga punya pasangan masa ngerayain walaupun ada yang bilang valentinan g harus sama pacar *munafik*
  2. Orang yang berduit, kalau tak ada duit mana bisa ngerayain Valentine, masa mau beli coklat pake cinta, ga mungkin dong.
  3. Orang orang yang suka budaya barat, inilah orang yang pasti merayakan valentine ini, walau tak ada duit. hahahhaha .... kasian amat ni orang.

Baiklah sekian tulisan saya, untuk yang merayakan valentine selamat berbagi kasih sayang, jangan di bulan ini saja, tapi bulan bulan berikutnya juga. Yang tidak merayakan, jangan nggrecokin atau ganggu orang yang merayakan valentine, yang nggrecokin atau ganggu yang lagi valentinan artinya orangnya sirik, ga asik, ga da pasangan hahahaha....

Bermain main dengan blog

Setelah akun blog ini tercipta dengan damai dan tentram, rasanya tak puas kalau cuma buat trus di tinggalkan *nasib blogku yang terdahulu*. Dengan bantuan Om Google *kenapa juga di sebut "om"?* mulailah berkreasi dengan blog saya, awalnya ta ganti tamplatenya biar menarik i bede, semoga saja dapat menarik perhatian dari pengunjung *mall kapang* untuk membaca apa isi dari blog saya.

Pergantian kulit alias template pun selesai, mulailah berkreasi dengan menambahkan beberapa widget, awalnya cuma mau manambah jam di side bar blogku, malah ketagihan menambahkan ini itu, dan itupun atas bantuan "om google" *betapa baiknya om ini*, dan berbekal contekan dari blog Tri alhasil muncullah bermacam widget di blogku ini.

Tak terasa sekarang pukul 21.00 WITA, artinya kurang lebih 9 jam bermain dengan blog *wew rekor yang menakjubkan*, tapi hasilnya belum memuaskan, masih butuh belajar lagi. *yang berminat ajarin afree ngeBlog acungkan kaki*

Saya rasa sudah cukup bermainnya dengan Blog ini, lain waktu dan kesempatan akan kulanjutkan kegilaan dengan blog ini.

Nantikan episode selanjutnya *insya ALLAH sinetron Tersanjung dan Cinta Fitri akan kukalahkan rekor episodenya*

Wassalam .... :D

Selalu Lupa Akun dan Password

Setelah di teliti, di timbang dan ingat-ingat dengan seksama dan sejelas jelasnya *mo buat undang undang kalee*, ini akun blog ku yang  ke 5 ku di  Blogspot ini. Semua akun internetku FB, YM, Twitter, dan lain lain dan sebagainya tidak pernah lupa ID dan passwordnya, bahkan Friendster yang notabene *bahasanya dong* sudah lama ta tinggalkan, sampai sekarang masih ingat Pass dan IDnya, tapi kenapa disini selalu lupa ya? *tanya kenapa*

Iseng punya iseng, otakku mendapat ilham untuk membuka Blogspot, nampaklah text box log ini di depan mataku, dengan wajah sumringah dan mata berbinar binar *sangat lebay* saya mengisi dua text box itu, alhasil tak bisa log in. *berkecamuk isi dalam dada ini*

Ku coba mengklik Forgot Password dengan harapan bisa terkoneksi ke Blogspot ku yang terdahulu, ekh malah masuk ke Google Account *kok bisa ya, nyasar ke sana* setelah klik ini klik itu *keahlianku* sampailah pada halaman untuk membuat akun blog baru *perjalanan yanga melelahkan, menguras tenaga dan fikiran*

Tadinya tak ada niatan untuk buat akun Blog baru, ternyata eh ternyata emailku ini belum pernah di pake untuk membuat akun Blog. Maka terciptalah blog ini, dalam waktu dan tempo sesingkat-singkatnya, karena kelincahan dan kelihaianku dalam klik ini dan klik itu. *itu ji sa bisa*


Semoga saja akun ini tidak saya lupa lagi Passwordnya. *capek ki bikin terus*


 

afri Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger